Sebuah kisah tak akan
jauh dari tawa dan air mata. Ijinkan aku mengukir semua hujan dan pelangi yang pernah menjadi saksi
perjalanan kita. Kamu terlalu indah untuk dikenang namun terlalu sakit jika
dirasa. Perasaan yang ada terkadang membutakan akal. Itulah yang terjadi
diantara kita,tepatnya kepadaku. Kisah yang menguak sisi kebodohan sebuah
pengorbanan di atas nama pertemanan,itulah kita.
Perjalanan kisah kita
berawal dari ketidaksengajaan,itu kepercayaanmu. Berbeda denganku yang percaya
bahwa ketidaksengajaan itu tidak ada karena ini sebuah skenario dari sang
pencipta untuk mempertemukan kita. Walau kita sama-sama tidak tau akan berdampingan
atau hanya sekedarnya. Jika kisah ini berarti berdampingan mungkin aku akan
tersenyum penuh kebahagiaan. Tapi jika tidak, mengikhlaskan adalah cara yang
paling tepat.
Perasaan mulai
bermekaran diantara kita laksana bunga pada musim semi namun aku lupa bahwa ia
juga akan melewati musim gugur. Mungkin ini kebodohan pertamaku yang menganggap
semua akan baik-baik saja. Aku selalu bermimpi tentang indahnya masa depan tapi
aku lupa air mata, kesedihan, senyuman, tawa akan selalu mengikuti tanpa perlu
diminta. Aku yang selalu percaya pada kata hati kini terpatahkan oleh dirimu
yang menganggap semua hanya permainan. Akhirnya, selalu aku yang mengalah untuk
memakai topeng kebahagiaan di depan semua orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar