Translate

Februari 03, 2019

Kau indah laksana mentari yang menyinari bumi namun terkalahkan oleh gelapnya malam.



Sebuah kisah tak akan jauh dari tawa dan air mata. Ijinkan aku mengukir semua  hujan dan pelangi yang pernah menjadi saksi perjalanan kita. Kamu terlalu indah untuk dikenang namun terlalu sakit jika dirasa. Perasaan yang ada terkadang membutakan akal. Itulah yang terjadi diantara kita,tepatnya kepadaku. Kisah yang menguak sisi kebodohan sebuah pengorbanan di atas nama pertemanan,itulah kita.


Perjalanan kisah kita berawal dari ketidaksengajaan,itu kepercayaanmu. Berbeda denganku yang percaya bahwa ketidaksengajaan itu tidak ada karena ini sebuah skenario dari sang pencipta untuk mempertemukan kita. Walau kita sama-sama tidak tau akan berdampingan atau hanya sekedarnya. Jika kisah ini berarti berdampingan mungkin aku akan tersenyum penuh kebahagiaan. Tapi jika tidak, mengikhlaskan adalah cara yang paling tepat.


Perasaan mulai bermekaran diantara kita laksana bunga pada musim semi namun aku lupa bahwa ia juga akan melewati musim gugur. Mungkin ini kebodohan pertamaku yang menganggap semua akan baik-baik saja. Aku selalu bermimpi tentang indahnya masa depan tapi aku lupa air mata, kesedihan, senyuman, tawa akan selalu mengikuti tanpa perlu diminta. Aku yang selalu percaya pada kata hati kini terpatahkan oleh dirimu yang menganggap semua hanya permainan. Akhirnya, selalu aku yang mengalah untuk memakai topeng kebahagiaan di depan semua orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar